Are You Cool Enough to Get Feedback ?

Alif Farhan Widyanto
4 min readJun 27, 2020

Permasalah feedback ini sangat lazim terjadi di dunia pertemanan, keluarga, geng-gengan, tongkrongan xD dan bahkan pekerjaan. Sampai-sampai sering banget denger kalimat ini “Lo sok tau banget sih jadi orang, gua juga ngerti kali” atau “Aduh, bos gua itu ya ngeselin banget nyuruh gua buat benerin presentasi gue, padahal presentasi gua kan dah bagus”. Ini lah pertanyaan yang harus sering kita tanyakan ke diri kita sendiri sebenernya kita udah “Keren” blum sih untuk menerima feedback atau masukan ? Mari kita bahas yuk…

Jangan sampai “Bias” menjadi suatu hal yang “Biasa”

Bias Adalah Masalah
Credit: https://www.talentvine.com.au/2019/05/10/9-types-of-bias-that-affects-recruitment/

Sekarang, secara sadar tidak sadar kita sulit untuk menerima masukan atau feedback karena kita selalu menyalahkan “Siapa orang yang memberi feedback”, bukan pada “Apa isi feedbacknya”. Mari kita bandingkan, kalau kita ambil contoh pacar kita nyuruh gini “Jangan tidur malem-malem ya nanti kamu sakit”, trus bos kita nyuruh gini “Tolong benerin presentasi yang tadi ya, biar bisa lebih jelas materinya dan jadi lebih bagus”. Gimana kerasa ga ? Ya… padahal cara dia, si pacar dan bos ngingetin kita tuh mirip. Tapi karena si bos yang ngomong makanya kita ngeproses dengan cara yang beda di otak kita. Hal ini membuat Bias yang sangat luar biasa dan bahkan dapat menggangu profesionalitas kita sebagai pekerja. Jadi tipsnya apa nih biar kita gasalah lagi untuk nerjemahin feedback dari orang-orang ?

Menjadi Gelas Kosong

Gelas Kosong
Credit: https://womantalk.com/

Kosongkan Gelasmu saat menerima sesuatu, dan kalaupun masih ada yang tersisa pastikan itu keterbukaan”

Buat dirimu terbuka menerima masukan seperti “Gelas Kosong”. Biasakan menerima masukan terlebih dahulu, ambil semua masukan yang ada, lalu mulai kurasikan mana masukan yang akan membuatmu melakukan perbaikan atau penyempurnaan. Jangan yang diambil malah masukan netijen ya — .

Melangkah Maju Di Ranjau Darat

Buat aksi nyata atas masukan orang disekitarmu. Pikirkan setiap langkah kecil yang kau buat, lakukan secara hati-hati dan secepat mungkin karena yang kau tuju ada di sebrang sana, dan memang faktanya menjadi lebih baik adalah tujuan dibentuknya feedback/masukan. Seperti ketika teman baik kita memberikan masukan “Lu harus bisa lebih pede lagi klo ngomong di depan orang, coba deh latihan ngomong di depan cermin siapa tau lu lebih lancar lagi ngomongnya”. Yang kita lakukan adalah langsung membuat plan dan mengambil kalimat atau kata yang membangun, misal langsung buat plan seperti membuat jadwal di kalender “Latihan ngomong depan kaca setiap hari minggu”.

Mmm…

Dari tadi kesannya yang harus bener yang nerima masukan mulu deh, emangnya yang ngasih ga bisa mikir dulu apa sebelum ngasih masukan ? Ya pasti kesel sih klo yang ngasih masukan lalu ngomong seenaknya. Okayyy, kalian yang membaca ini pasti kalian juga pernah ngomong seenaknya ke orang lain kan?, eitss jangan kesel dulu, mari kita kosongkan gelas dulu…

TIPS FOR GIVING FEEDBACK!!!

SATU!!!

Buatlah mereka punya “Tempat yang luas” dan “Momen yang pas”. Beritahu mereka apa masukan yang ingin kamu beri, mungkin bisa dilakukan secara personal, hati ke hati *weh, dan tidak didepan banyak orang. Agar “mereka”, orang yang ingin kamu beri masukan dapat percaya kepadamu dan lebih santai dan nyaman ketika kamu memberi masukan.

DUA!!!

Tegas, berempati, dan membangun. Pikirkan kalimat dan kata ketika kamu ingin memberikan masukan, buatlah Kritik Langsung Saran jangan membuat masukan seenaknya tanpa berempati sama sekali dan malah sampai bertele-tele apa lagi nge-gosip, jangan deh…

TIGA!!!

Jangan ngegas kaya tips ini…

Terakhir.

Mari kembali kedasar, bahwa masukan digunakan untuk membuat dirimu dan orang lain mengalami perbaikan dan kemajuan. Jangan takut memberi masukan, karena masukan yang saling membangun akan lebih cepat membuat tujuanmu menjadi nyata, dari pada kamu harus membangunnya sendirian.

Ya, kata kata diatas akan “Keren” kalau kamu melakukannya!

Tambahan

Terimakasih banyak sudah membaca artikel ini, semoga dapat membantu kalian lebih baik memberikan dan menerima masukan. Ini adalah tulisan ke-tiga gue di medium, semoga kedepannya banyak yang bisa gua tulis lagiii.

--

--